Monday, March 24, 2014

Contoh Laporan Kunjungan


LAPORAN KUNJUNGAN IPS TERPADU










DISUSUN OLEH :
1.       Nurul Fauzi                     (19)
2.       Pudang Binuryan            (20)
3.       Ratih Kumala Dewi        (21)
4.       Ria Pratiwi                      (22)
5.       Riska Erviana                 (23)
6.       Rofi Ali Majid                 (24)
7.       Rusitaningsih                  (25)
X AK 1

SMK N 1 WONOSARI
JALAN VETERAN WONOSARI GUNUNGKIDUL
2011-2012

LAPORAN KUNJUNGAN IPS TERPADU



DISUSUN OLEH :
1.     Nurul Fauzi                         (19)
2.     Pudang Binuryan                (20)
3.     Ratih Kumala Dewi            (21)
4.     Ria Pratiwi                          (22)
5.     Riska Erviana                     (23)
6.     Rofi Ali Majid                     (24)
7.     Rusitaningsih                      (25)
X AK I



PEMBIMBING    :

......................................
Dra. Anastasia Onik Kartikaningsih, M.Pd
NIP.19641005 1990 03 2 005


SMK N 1 WONOSARI
JALAN VETERAN WONOSARI GUNUNGKIDUL
2011-2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Kunjungan IPS Terpadu ini tepat pada waktunya.
 Laporan ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas kelompok untuk melaporkan hasil  kunjungan ke Benteng Vredeburg dan PT. Kedaulatan Rakyat yang telah dilaksanakan pada akhir tahun ajaran 2011/2012.Terselesaikannya laporan ini tidak terlepas dari pihak-pihak yang telah bersedia membantu tersusunnya laporan ini. Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada :
1.       Drs. Abdul Rochim, selaku Kepala SMK Negeri 1 Wonosari;
2.       Dra. Anastasia Onik Kartikaningsih, M.Pd, selaku pembimbing;
3.       Retno Wijiastuti, selaku guru mata pelajaran IPS;
4.       Ajhar Jamaluddin, selaku pendamping;
5.       Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan maupun dalam pelaksanaan kunjungan.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun untuk kesempurnaan dalam penyusunan selanjutnya. Kami berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.





Wonosari, 25 Juni 2012


Penyusun

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................................... 1
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... 2
DAFTAR ISI ...................................................................................................................... 3
I.         Pendahuluan
A.      Latar Belakang ...................................................................................................... 5
B.      Tujuan ................................................................................................................... 5
C.      Sasaran .................................................................................................................. 5
II.      Pelaksanaan Kunjungan
A.      Waktu .................................................................................................................... 6
B.      Tempat
1.     Musium Vredeburg........................................................................................... 6
2.     PT. Kedaulatan Rakyat .................................................................................... 6
C.      Strategi dan metode kunjungan dan memperoleh informasi ................................. 6
D.      Kendala dan pemecahan ....................................................................................... 6
III.   Materi hasil kunjungan
1.        Musium Vredeburg
A.     Sejarah Musium ................................................................................................ 7
B.      Macam-macam isi Musium (Koleksi Musium) ................................................. 8
C.      Cara pengelolaan, pemeliharaan dan perawatan Musium ................................. 8
D.     Manfaat Musium .............................................................................................. 9
2.        PT. Kedaulatan Rakyat
A.     Sejarah PT. Kedaulatan Rakyat ....................................................................... 9
B.      Manajemen ....................................................................................................... 9
C.      Proses Produksi, Lay out mesin-mesin produksi .............................................. 9
D.     Pemasaran ....................................................................................................... 10
E.      Distribusi ........................................................................................................ 10

IV.   Penutup
A.      Kesimpulan ......................................................................................................... 11
B.      Saran ................................................................................................................... 11
LAMPIRAN ..................................................................................................................... 12
·         Daftar Kelompok ........................................................................................................ 12
·         Jurnal Pelaksanaan Kegiatan ....................................................................................... 12
·         Dokumentasi (Foto-Foto)/ Gambar ............................................................................ 13
·         Lain-Lain .................................................................................................................... 16

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Kunjungan ini merupakan agenda tahunan SMK N 1 Wonosari, setelah para siswa menyelesaikan pelajaran di sekolah. Kunjungan ini bukan semata-mata untuk menyegarkan pikiran para siswa setelah menyelesaikan pelajaran di sekolah, melainkan untuk menambah wawasan siswa mengenai beberapa tempat bersejarah di Yogyakarta, serta dapat mengambil hal-hal yang dapat dipelajari dari tempat yang telah dikunjungi.
Selain itu, kunjungan ini juga dimaksudkan agar dalam diri para siswa tumbuh rasa cinta terhadap tanah air, dan mampu memunculkan semangat untuk turut serta dalam pembangunan di Indonesia.
B.      Tujuan
Dalam pelaksanaan kunjungan IPS terpadu  ini, tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Adapun tujuannya adalah agar dapat:
1.        Mengetahui sejarah dibangunnya, tujuan dibangunnya, serta manfaat dibangunnya objek yang dikunjungi.
2.        Mengetahui hal-hal yang dapat diteladani dari objek yang dikunjungi.
3.        Untuk meningkatkan serta melestarikan nilai-nilai perjuangan, seni, dan budaya bangsa Indonesia.
4.        Memenuhi tugas akhir tahun pelajaran, yang nilainya akan dimasukkan ke nilai bidang studi IPS.
C.     Sasaran
Siswa kelas sepuluh semua jurusan.

BAB II
PELAKSANAAN KUNJUNGAN

A.    Waktu
Kunjungan IPS ini dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2012, berangkat dari SMK N 1 Wonosari kurang lebih pukul 07.45 WIB dan selesai pukul 16.45 WIB.
B.     Tempat
Tempat yang kami kunjungi diantaranya :
1.      Musium Vredeburg, terletak berseberangan dengan Istana Kepresidenan Yogyakarta di jalan Ahmad Yani No.6 Kelurahan Ngupasari, Kec.Gondangan, Yogya.
2.      PT. Kedaulatan Rakyat, Jl. Solo KM 11, Kalitirto, Yogyakarta
C.    Strategi dan Metode Kunjungan dalam Memperoleh Informasi
Berikut Strategi dan Metode Kunjungan yang kami gunakan dalam memperoleh informasi :
1.       Metode Penjelasan dari Pihak Pengelola Lokasi Kunjungan
Dalam menggali informasi kami menerima penjelasan dari pihak pengelola objek yang kami kunjungi. Strategi yang kami terapkan pada saat itu adalah pembagian tugas agar kami mendapatkan informasi dengan lebih lengkap.
2.       Metode Tanya Jawab
Selain mendapat penjelasan dari pihak pengelola, kami juga dapat mengajukan pertanyaan apabila data yang kami terima kurang lengkap atau kurang jelas.
D.    Kendala dan Pemecahan
Kendala yang kami alami hanya merupakan kendala kecil, yaitu pada saat data yang kami peroleh kurang lengkap atau kurang jelas, pemecahan masalah yang kami ambil adalah dengan mengajukan pertanyaan pada pihak pengelola.

BAB III
MATERI HASIL KUNJUNGAN

1.       Musium Vredeburg
A.      Sejarah Musium
Sebelum dijadikan musium, bangunan ini merupakan benteng yang didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1760 atas permintaan Belanda. Benteng ini didirikan dengan tujuan untuk keamanan kraton, walaupun maksud sebenarnya adalah untuk mengawasi kraton. Bangunan ini juga berfungsi sebagai asrama dan benteng pertahanan Belanda. Benteng ini selesai didirikan pada tahun 1787, dan diberi nama “Rustenburg” yang memiliki arti “Tempat Peristirahatan”.
Pada tanggal 10 Juni 1867, terjadi gempa karena letusan Gunug Merapi yang mengakibatkan banyak bangunan benteng yang rusak. Setelah diadakan perbaikan, namanya dirubah menjadi “Vredeburg” yang memiliki arti “Benteng Perdamaian”. Benteng ini dihuni kurang lebih 400 tentara belanda beserta noni-noninya. Pada tahun 1942 sampai dengan 1945 benteng ini dikuasai oleh tentara Jepang. Namun setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, benteng ini berfungsi sebagai asrama TKR (Tentara Keamanan Rakyat), kemudian pada tahun 1948 kembali dikuasai oleh Belanda, dan akhirnya dikuasai TNI pada 1 Maret 1949 yang dikenal sebagai “Serangan Umum 1 Maret” atau peristiwa “Janur Kuning”. Disebut “Janur Kuning” karena janur kuning merupakan lambang kemenangan serta untuk membedakan antara kawan dan lawan.
Secara historis, bangunan benteng sejak awal berdirinya sampai sekarang mengalami perkembangan fungsi. Antara lain sebagai benteng pertahanan VOC/Belanda (1761-1830) laskar tentara militer Belanda dan Jepang (1838-1945) dan sebagai markas penyerahan pengelolaan benteng kepada pemerintah daerah. Meski demikian, status tanahnya secara yuridis formal tetap milik kesultanan.
Pada tanggal 9 Agustus 1980 benteng ditetapkan sebagai pusat informasi dan pengembangan budaya nusantara atas persetujuan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Mendikbud Daoed Joesof. Kemudian melalui surat Keputusan Mendikbud nomor: 0224/V/81 tgl 15 Juli 1981 bangunan bekas benteng Vredeburg ditetapkan sebagai cagar budaya.
Kemudian pemerintah melalui Mendikbud Nugroho Noto Susanto dengan persetujuan Sri Sultan Hamengku Buwono IX melalui surat nomor :359/HB/IV/1985 tanggal 16 April 1985, sepakat untuk memugar dan memanfaatkan bangunan bekas benteng ini sebagai musium perjuangan nasional dan pada tanggal 11 Maret 1987 mulailah dibuka untuk umum. Berdasarkan surat keputusan Mendikbud Fuad Hasan nomor : 047/O/1992 tanggal 23 November 1992, bangunan Benteng Vredeburg secara resmi menjadi musium khusus perjuangan nasional dengan nama Musium Benteng Yogyakarta.

B.      Macam-macam Isi Musium (Koleksi Musium)
1.       Gedung Peninggalan Belanda
a.        Barak Prajurit
b.        Asrama Perwira
c.        Gudang Senjata
d.       Gudang Amunisi/Mesiu
e.        Kantor Administrasi
f.         Dapur Umum
g.        Poliklinik
2.       Foto-foto dokumen dari sebelum sampai sesudah kemerdekaan.
3.       Senjata Peninggalan Belanda atau Pejuang, seperti 3 buah meriam baik yang asli (realial) dan tiruan (replika).
4.       Dua patung besar yaitu Jenderal Sudirman  dan Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo.
5.       Diorama atau gambaran peristiwa sejarah masa lalu dalam bentuk miniatur.

C.      Cara Pengelolaan, Pemeliharaan dan Perawatan Musium
Cara pengelolaan musium berada dibawah Pemerintah Pusat dibawah Kemendikbud (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan) antara lain :
1.       Pemeliharaan halaman dikerjakan oleh pihak kedua (cleaning service), termasuk yang didalam gedung
2.       Perawatan koleksi dikerjakan oleh kelompok kerja reparasi dan konservasi secara rutin, ada yang satu minggu sekali, satu bulan sekali, dan setengah tahun sekali. Termasuk pemeliharaan koleksi dari petugas atau kelompok kerja koleksi.

D.      Manfaat Musium
Musium ini bermanfaat sebagai objek penelitian, kajian ilmiah, karya wisata, study banding, dan rekreasi.

2.       PT. Kedaulatan Rakyat
A.      Sejarah PT. Kedaulatan Rakyat
PT. Kedaulatan Rakyat didirikan pada tanggal 27 September 1945 oleh Bp.H.Samawi dan Bp.H.Madikin Wonohito. Dan menerbitkan suatu media cetak yang diberi nama “Sedyatama” kemudian diubah menjadi “Kedaulatan Rakyat” setelah Indonesia merdeka. Adapun visi dari PT.Kedaulatan Rakyat yaitu untuk menyuarakan hati nurani rakyat.
B.      Manajemen
Manajemen PT. Kedaulatan Rakyat tidak dapat dipublikasikan karena merupakan rahasia perusahaan. Pihak pengelola hanya memberitahu susunan  manajemen organisasi perusahaan, antara lain:
Ø  Manajemen Bank
Ø  Manajemen Keuangan
Ø  Manajemen Pemasaran
Ø  Manajemen Produksi
Ø  Manajemen Redaksi
C.      C.1.Proses Produksi:
1.        Rapat malam yang bertujuan  untuk menentukan topik berita.
2.        Wartawan melakukan “hunting” atau mencari berita keberbagai sumber
3.        Wartawan kembali ke kantor kemudian melakukan penulisan atas berita yang telah dicari.
4.        Correcting, atau koreksi berita yang dilakukan oleh korektor, dan korektor hanya boleh membaca dan mengoreksi ejaan tanpa mengubah makna berita tersebut.
5.        Lay Outing menggunakan proses font ekspres.
6.        Filming
7.        Plating
8.        Cetak : dalam proses ini pencetakan di buat sebanyak 100.000 eksemplar.
C.2.:Lay Out mesin-mesin produksi:
1.        Mesin didatangkan  dari Cina dan Jerman.
2.        Kertas didatangkan dari Jawa Barat dengan harga Rp 5.000.000,- untuk setiap gulungnya.
3.        Tinta yang digunakan dibeli dari luar Yogyakarta, pembelian tersebut digunakan untuk satu tahun produksi dan warna yang digunakan yaitu : hitam, biru, kuning, dan merah.
D.      Pemasaran
Menggunakan 1000 macam cara, salah satunya melalui kantor-kantor atau cabang diberbagai daerah seperti Jakarta, Purwokerto, Purworejo, Semarang, Magelang, Klaten, Solo, Kulonprogo, Gunungkidul, yang berpusat di Jogja.
E.      Distribusi
Pada pukul 02.00 WIB dari pusat percetakan menggunakan mobil boks PT. Kedaulatan Rakyat kemudian dikirim ke kantor-kantor perwakilan diberbagai Daerah.

BAB IV
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Banyak sekali tempat-tempat sejarah yang ada di Yogyakarta. Terbukti dengan kunjungan kami ke Benteng Vredeburg dan PT.Kedaulatan Rakyat yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi dan kita harus melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah tersebut. Selain itu kami dapat memunbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi bagi kami dan pengunjung lainnya.

B.      Saran
Janganlah menjadikan kunjungan ini hanya sebagai rekreasi atau untuk bersenang-senang tetapi jadikanlah kunjungan ini sebagai media pembelajaran mengenai sejarah di luar sekolah.

LAMPIRAN
·          Daftar Kelompok
ü  Nurul Fauzi                            (19)
ü  Pudang Binuryan                   (20)
ü  Ratih Kumala Dewi               (21)
ü  Ria Pratiwi                             (22)
ü  Rizka Erviana                        (23)
ü  Rofi Ali Majid                       (24)
ü  Rusitaningsih                         (25)
·          Jurnal Pelaksanaan Kegiatan
NO
WAKTU
KEGIATAN
1
06.45
Melaksakan apel pagi di sekolah.
2
07.45
Berangkat dari sekolah menuju tempat kunjungan.
3
09.45
Tiba Di PT.Kedaulatan Rakyat.
4
11.40
Melanjutkan Kunjungan Ke Alun-Alun Utara.
5
12.20
Tiba di Alun-Alun Utara Dan Dilanjutkan Sholat Dzuhur di Masjid Agung.
6
12.45
Melanjutkan kunjungan menuju Benteng Vredeburg.
7
!3.50
Kunjungan ke Benteng Vredeburg Selesai dan dilanjutkan belanja di Malioboro.
8
15.15
Kembali ke bus dan melaksakan ibadah Sholat Ashar Di Masjid Agung.
9
15.45
Kemabli ke bus dan kembali ke sekolah.
10
16.45
Tiba di sekolah dan puilang kemudian pulang ke rumah masing-masing


·          Dokumentasi (Foto-foto)/gambar
Pendiri PT. Kedaulatan Rakyat












H. SAMAWI                                                  H. MADIKIN WONOHITO


Tempat Pembuatan Koran

Gulungan kertas                                                                   Mesin cetak

Benteng Vredeburg



























No comments:
Write comments

Interested for our works and services?
Get more of our update !