Wednesday, October 29, 2014

MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN

MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN






Disusun oleh:
  1. Sani Yuliyana 14812141013
  2. Ika Wahyu Nurrini 14812141014
  3. Vina Larasati Haryono 14812141025
  4. Nurul Fauzi 14812141028




PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2014





KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah atas segala rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pengorganisasian dan Struktur Organisasi serta Koordinasi dan Rentang Manajemen”.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Manajemen.Pada ksempatan kali ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini.Penulis menyadari bahwa makalah ini belum sempurna oleh karena itu penulis meminta maaf,saran dan kritik guna membangun kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata,penulis berharap agar makalah ini dapat berguna bagi pembaca.Terima kasih



Yogyakarta, 30 September 2014





Penulis



















DAFTAR ISI

1. Halaman Judul ................................................................................................. i
2. Kata Pengantar.................................................................................................. ii
3. Daftar Isi........................................................................................................... iii
4. Bab I Pendahuluan
  1. Latar Belakang..................................................................................... 1
  2. Rumusan Masalah................................................................................ 1
  3. Tujuan.................................................................................................. 1
6. Bab II Pembahasan
A. Pengertian Pengorganisasian................................................................ 2
B. Struktur Organisasi................................................................................2
C. Bagan organisasi formal ...................................................................... 2
D. Departementalisasi................................................................................2
E. Organisasi Informal ................................................................................ 2
F. Koordinasi dan Rentang Manajemen....................................................2

7. Bab III Penutup
A. Kesimpulan ........................................................................................... 2
B. Daftar Pustaka ………………………………………………………... 2
















BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Organisasi merupakan suatu kesatuan yang terdiri atas anggota baik yang berupa perseorangan maupun organisasi yang lebih kecil yang mempunyai tujuan yang sama. Dalam upayanya mencapai tujuan tersebut, suatu organisasi melakukan berbagai kegiatan yang tentunya melibatkan seluruh pihak yang tergabung dalam organisasi tersebut. Karena pihak yang terkait dengan suatu organisasi cukup banyak, maka diperlukan pengorganisasian yang tepat.
Pada saat melaksanakan pengorganisasian, suatu perusahaan dapat terbagi menjadi departemen-departemen atau bagian-bagian organisasi. Bagian-bagian inilah yang disebut sebagai struktur organisasi.

  1. Rumusan Masalah
    1. Apa pengertian pengorganisasian?
    2. Apa pengertian struktur organisasi?
    3. Faktor-faktor apakah yang menentukan perancangan struktur organisasi?
    4. Bagaimana bagan organisasi formal?
    5. Apakah pengertian departementalisasi?
    6. Bagaimana kelompok kerja formal organisasi?
    7. Bagaimana bagan organisasi informal?
    8. Apa pengertian koordinasi?
    9. Apa pengertian rentang organisasi?


  1. Tujuan
    1. Untuk mengetahui pengertian organisasi.
    2. Untuk mengetahui struktur organisasi.
    3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi.
    4. Untuk mengetahui bagan organisasi formal.
    5. Untuk mengetahui pengertian departementalisasi.
    6. Untuk mengetahui kelompok kerja formal organisasi.
    7. Untuk mengetahui bagan organisasi informal.
    8. Untuk mengetahui pengertian koordinasi.
    9. Untuk mengetahui rentang organisasi.







BAB II

PEMBAHASAN


  1. Pengertian Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.
Pengorganisasian (Organizing) adalah suatu langkah untuk menetapkan, menggolongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan yang di pandang.
Jadi, pengorganisasian merupakan suatu proses untuk menyususn organisasi 4menjadi bagian-bagian yang masing-masing memiliki tugas tertentu untuk mencapai tujuan organisasi.

Proses pengorganisasian :
  1. Pemerincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
  2. Pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan yang secara logis dapat dilaksanakan oleh satu orang.
  3. Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota organisasi menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis.

  1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi (disain organisasi) adalah mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola.
Faktor-faktor utama untuk menentukan perancangan struktur organisasi :
  1. Strategi organisasi untuk mencapai tujuannya
Strategi menjeaskan bagaimana aliran wewenang dan saluran komunikasi dapat disusun diantara para manajer dan bawahan.
  1. Teknologi yang digunakan
Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi barang-barang atau jasa akan membedakan bentuk struktur organisasi.
  1. Anggota (karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi.
Kemampuan cara berfikir para anggota, serta kebutuhan mereka untuk bekerja sama harus diperhatikan dalam merancang struktur organisasi.
  1. Ukuran organisasi
Besarnya organisasi secara keseluruhan maupun satuan-satuan kerjanya akan sangat mempengaruhi struktur organisasi.
Unsur-unsur struktur orgsnisasi :
  1. Spesialisasi kegiatan
Berkenaan dengan spesifikasi tugas-tugas individual dan kelompok kerja dalam organisasi (pembagian kerja) dan penyatuan tugas-tugas tersebut menjadi satuan-satuan kerja (departementalisasi).
  1. Standardisasi kegiatan
Merupakan prosedur-prosedur yang digunakan organisasi untuk menjamin terlaksananya kegiatan seperti yang direncana letakan.
  1. Koordinasi kegiatan
Menunjukkan prosedur-prosedur yang mengintegrasikan fungsi-fungsi satuan-satuan kerja dalam organisasi.
  1. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan
Menunjukkan lokasi atau letak kekuasaan pembuatan keputusan
  1. Ukuran satuan kerja
Menunjukkan jumlah karyawan dalam suatu kelompok kerja

  1. Bagan organisasi formal
Menggambarkan lima aspek utama struktur organisasi yaitu
  1. Pembagian kerja
Menunjukkan individu atau satuan organisasi mana yang bertanggungjawab untuk kegiatan organisasi tertentu dan tingkat spesialisasi yang digunakan
  1. Menejer dan bawahan atau rantai perintah
Menunjukkan hubungan wewenang tanggung jawab yang menghubungkan atasan dan bawahan dalam keseluruhan organisasi. Aliran ini dimulai dari jenjang tertinggi sampai terendah dalam organisasi.
  1. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
Menunjukkan pekerjaan oranisasional atau bidang tanggung jawab yang berbeda.
  1. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan
Menunjukkan atas dasar apa kegiatan organisasi.
  1. Tingkatan manajemen
Menunjukkan keseluruhan hierarki manajemen.

Keuntungan bagan organisasi formal yaitu bahwa karyawan dan lain-lain diberi gambaran bagaimana organisasi disusun, tanggungjawab digambaran dengan jelas. Bahwa proses pembuatan bagan juga memungkinkan manajer mengetahui dengan tepat kelemahan organisasi.
Kelemahan utama bagan organisasi formal yaitu masih banyak hal yang tidak ditunjukkan misalnya seberapa besar tingkat wewenang dan tanggunjawab setiap tingkatan manajerial.
Menurut Henry G. Hodges ada empat bentuk bagan organisasi yaitu
  1. Bentuk piramid
Bentuk ini banyak digunakan karena jelas, sederhana, dan mudah dimengerti
  1. Betuk vertikal
Serupa dengan bentuk piramid, yaitu dalam hal pelimpahan kekuasaan dari atas ke bawah, hanya bagan vertikal berwujud tegak sepenuhnya.
  1. Bentuk horisontal
Digambarkan secara mendatar, alran wewenang dan tanggung jawab digambarkan dari kiri ke kanan.
  1. Bentuk lingkaran
Menekankan pada hubungan antara satu jabatan dengan jabatan lain, bentuk ini jarang digunakan dalam praktek.


  1. Departementalisasi

Departementaisasi ialah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yanag dikelompokkan.
Bentuk-bentuk departementaisasi :
  1. Fungsi
  2. Produk atau jasa
  3. Wilayah
  4. Langganan
  5. Proses atau peralatan
  6. Waktu
  7. Pelayanan
  8. Alpha-numerical
  9. Proyek dan matriks

Macam-macam departementalisasi :
  1. Departementalisasi Fungsional
Mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi.
Kebaikan pendekatan fungsional adalah menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memunkinkan pengawasan manajemen pucak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi. Pendekatan ini cocok untuk lingkungan yang stabil serta menentukan koordinasi internal yang minimum, membutuhkan sedikit keterampilan dasar pribadi dan meminimalkan duplikasi personalia dan peralatan dari segi biaya.
Kelemahan struktur fungsional yaitu menciptakan konflik antar fungsi, menyebabkan kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan dan memberikan tanggapan lebih lambat terhadap perubahan, hanya memusatkan pada kepentingan tugas dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif.
  1. Departementalisasi Divisional
Organisasi divisional mengikuti pembagian divisi atas dasar produk, wilayah, langganan, dan proses atau peralatan
  1. Struktur organisasi divisional atas dasar produk
Yaitu pola logis yang dapat diikuti bila jenis produk mempunyai teknologi pemprosesan dan metoe pemasaran yang berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi.
  1. Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah
Yaitu pengelompokan kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan organisasi menjalankan usahanya.
  1. Struktur organisasi divisional atas dasar langganan
Yaitu pengelompokan kegiatan-kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk atau jasa tertentu.
  1. Struktur organisasi divisional atas dasar proses atau peralatan
Yaitu pengelompokan kegiatan-kegiatan atas dasar proses atau peralatan produksi.

Kebaikan struktur divisional :
  1. Meletakkan koordinasi dan wewenang yang diperlukan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang cepat.
  2. Menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas.
  3. Merumuskan tanggung jawab secara jelas dan memusatkan perhatian pada pertanggung jawaban atas prestasi kerja yang biasa diukur dengan laba atau rugi divisi.
  4. Membebaskan para kepala eksekutif untuk pembuatan keputusan strategik lebih luas dan memungkinkan konsentrasi penuh pada tugas-tugas.
  5. Cocok untuk lingkungan yang cepat berubah.
  6. Mempertahankan spesialisasi fungsional dalam setiap divisi.
  7. Tempat latihan yang baik bagi para manajer strategik.

Kelemahan struktur organisasi divisional :
  1. Menyebabkan berkembangnya persaiangan potensial antar sumber daya perusahaan dan konflik antara tugas dan prioritas.
  2. Mengakibatkan turunnya komunikasi antara spesialisasi fungsional
  3. Sangat potensialmenimbulkan persaingan divisi
  4. Pendelegasian yang besar dapat menimbulkan masalah

  1. Organisasi Proyek dan Matrik
Organisasi proyek dan matrik merupakan struktur organisasi yang terdiri dari struktur organisasi proyek dan struktur matrik.
  1. Struktur organisasi proyek
Departemantalisasi proyek menyangkut pembentukan tim-tim speaialis yang diperlukan untuk mencapai tujuan khusus.
  1. Struktur organisasi matrik
Departementalisasi proyek yang para karyawannya mempunyai dua atasan sehingga mereka berada dibawah dua wewenang.

Davis dan Lawrence menguraikan empat tahap perkembangan matriks :
Tahap I : piramid tradisional, pemerintah dipersatukan pada tingkat atas
Tahap II : hamparan sementara (temporary overlay) tim-tim proyek diciptaka hanya untuk keburuhan-kebutuhan khusus dan mendesak.
Tahap III : hamparan tetap (permanent overlay) tim-tim proyek dilanjutkan untuk maksud-maksud yang terus menerus.
Tahap IV : matriks dewasa (mature matrix) kedua dimensi struktur telah tetap dan seimbang, dengan kekuasaan yang seimbang dipegang baik oleh manajer fungsional ataupun manajer proyek.

Kebaikan organisasi matriks :
  1. Memaksimumkan efisiensi penggunaan manajer-manajer fungsional
  2. Mengembangkan keterampilan-keterampilan karyawan dan merupakan tempat latihan yang baik bagi manajer-manajer strategik.
  3. Melibatkan, memotivasi, dan menantang karyawan serta memperluas pandanggan manajemen menengah terhadap masalah-masalah strategik perusahaan
  4. Membebaskan manajemen puncak untuk perencanaan

Kelemahan organisasai matriks :
  1. Ketertanggung jawaban ganda dapat menciptakan kebinngungan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang kontradiktif
  2. Sangan memerlukan koordinasi horizontal dan vertikal
  3. Memerlukan lebihh banyak kerterampilan-keterampilan antar pribadi
  4. Mendorong pertentangan kekuasaan dan lebih mengarah perdebatan daripada kegiatan
  5. Menggandung risiko timbulnya perasaan anarki
  6. Sangat mahal untuk diimplementasikan

Kelompok kelompok kerja formal organisasi :
  1. Kesatuan tugas khusus (task forcess)
Dibentuk untuk menangani suatu masalah atau tugas khusus
  1. Panitia tetap (standing commitees) dan panitia Ad Hoc
  1. Panitia tetap adalah bagian tetap dari struktur organisasi yang dibentuk untuk menangani tugas yang terus-menerus ada dalam organisasi
  2. Panitia Ad Hoc fungsi sama dengan panitia tetap hanya saja tidak besifat tetap.

  1. Organisasi Informal
Perbedaan pokok antara organisasi formal dan informal adalah :
Organisasi formal mempunyai tujuan, struktur, dan pola hubungan kerja yang teratur melalui manajemen, organisasi informal berdiri di atas struktur yang tidak jelas, fleksibel, sukar didefinisikan, keanggotaannya sulit ditentukan dan pola hubungan di antara para anggota tanpa tujuan yang khusus.
Argyis mengemukakan empat bidang utama di mana bidang organisasi formal dan informal berbeda :
  1. Hubungan antar pribadi
  2. Kepemimpinan
  3. Pengendalian perilaku
  4. Ketergantungan
Fungsi-fungsi kelompok informal :
  1. Menetapkan, memperkuat, dan meneruskan norma-norma dan nilai-nilai sosial budaya penting para anggota kelompok
  2. Memberikan dukungan terhadap tujuan organisasi dan bantuan terhadap pelaksanaan tugas manajer
  3. Menstimulasi komunikasi efektif dan dinamik sebagai alat komunikasi tambahan.
  4. Memberikan kepuasan dan status sosial kepada para anggota yang tidak dapat diberikan oleh organisasi formal.

  1. Koordinasi dan Rentang Manajemen
Koordinasi ialah proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.Kebutuhan akan koordinasi tergantung pada sifat dan kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas dan derajat saling ketergantungan bermacam-macam satuan pelaksanaannya.Menurut James D.Thompson saling ketergantungan ada tiga macam yaitu
  1. Saling ketergantungan yang menyatu (Pooled interpedence)
Bila satuan-satuan organisasi tidak saling tergantung satu dengan yang lain dalam melaksanakan kegiatan harian tetapi tergantung pada pelaksanaan kerja setiap satuan yang memuaskan untuk suatu hasil akhir
  1. Saling ketergantungan yang berurutan (Sequential interpedence)
Dimana suatu organisasi harus melakukan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum satuan yang lain dapat bekerja
  1. Saling ketergantungan timbal balik (Reciprocal interpedence)
Merupakan hubungan memberi dan menerima antar satuan organisasi

Menurut Paul R.Lawrence dan Jay W,Lorch mengemukakan empat tipe perbedaan sikap dan cara kerja individu dan departemen dalam organisasi yang mempersulit tugas pengkoordinasian secara efektif:
  1. Perbedaan dalam orientasi terhadap tujuan tertentu
Para anggota dari departemen yang berbeda mengembangkan pandangan mereka sendiri tentang bagaimana cara mencapai kepentingan organisasi yang baik.
  1. Perbedaan dalam orientasi waktu
Manajer produksi akan lebih memperhatikan masalah yang harus dipecahkan dalam periode waktu pendek sedangkan bagian penelitian dan pengembangan lebih terlibat dengan masalh jangka panjang.
  1. Perbedaan dalam orientasi antar pribadi
Kegiatan produksi memerlukan komunikasi dan pembuatan keputusan yang cepat agar proses lancar sedangkan bagian penelitian dan pengembangan dapat lebih santai dan setiap orang dapat mengemukakan pendapat serta berdiskusi satu dengan yang lainnya
  1. Perbedaan formalitas struktur
Setiap tipe satuan dalam organisasi mungkin mempunyai metode-metode dan standar yang berbeda untuk mengevaluasi programterhadap tujuan dan untuk balas jasa bagi karyawan

Ada tiga pendekatan untuk pencapaian koordinasi yang efektif
  1. Mempergunakan teknik-teknik manajemen dasar
a. Menggunkan aturan dan prosedur : keputusan manajerial yang dibuat untuk menangani kejadian rutin sehingaa dapat menjadi peraltan yang efisien untuk koordinasi dan pengawasan rutin
b. hierarki manajemen : rantai perintah aliran informasi dan kerja,wewenang formal,hubungan tanggung jawab dan akuntabilitas yang jelas dapat menumbuhkan integrasi bila dirumuskan secara jelas serta dilaksanakan dengan pengarahan ang tepat
c. penerapan tujuan dan rencana : Digunakan untuk pengkoordinasian melalui pengarahan seluruh satuan organisasi terhadap sasaran yang sama

2. Meningkatkan koordinasi potensial
a. Sistem informasi vertikal : Peralatan melalui mana data disalurkan melewati tingkatan-tingkatan organisasi
b. Hubungan-hubungan lateral (horizontal) : Membiarkan informasi dipertukarkan dan keputusan dibuat pada tingkat hierarki dimana informasi yang dibutuhkan ada.Beberapa hubungan lateral :
1. Kontak langsung antar individu yang dapat meningkatkan efektivitas dan efissiensi kerja
2. Peranan penghubung yang menangani antar departemensehingga mengurangi panjangnya saluran komunikasi
3. Panitia dan satuan tugas,biasanya di organisasi secara formal dengan pertewmuan yang dijadwalkan teratur
4. Pengintegrasian peranan-peranan,dilakukan jika memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi dan perhatian yang terus-menerus dari seseorang
5. Peranan penghubung manajerial,yang mempunyai kekuasaan menyetujui perumusan anggaran oleh satuan-satuan yang di integrasikan dan implementasinya
6. Organisasi matriks

3. Pengurangan kebutuhan akan koordinasi
Ada dua metode pengurangan kebutuhan koordinasi:
  1. Penciptaan sumber daya-sumber daya tambahan,memberikan kelonggaran bagi satuan kerja
  2. Penciptaan tugas-tugas yang dapat berdiri sendiri,mengurangi kebutuhan koordinasi dengan mengubah karakter satuan organisasi
  1. penentuan mekanisme koordinasi yang tepat
pertimbangan penting dalam koordinasi yaitu menesuaikan kapasitas organisasi untuk koordinasi denghan kebutuhan koordinasi. Bila kebutuhan kebih besar dari kemampuan organisasi dapat meningkatkan koordinasi potensial atau mengurangi kebutuhan tetapi jika terlalu besar kemampuan pemrosesan infoirmasi relatif terhadap kebutuhan secara ekonomis tidak efisien karena untuk menciptakan memelihara mekanisme-mekanisme tersebut adalah mahal. Kegagalan untuk mencocokkan kemampuan pemrosesan informasi dengan kebutuhan akan menyebabkan penurunan prestasi.

Rentang Manajemen
Rentang manajemen atau rentang kendali adalah kemampuan manajer untuk melakukan koordinasi secara efektif yang sebagian besar tergantung jumlah bawahan yang melapor kepadanya. Istilah-istilah lain rentang manajemen:
1. span of control
2. Span of authority
3. Span of attention atau span of supervision
Prinsip rentang manajemen berkaitan dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer. Bawahan yang terlalu banyak kurang baik, demikian pula jumlah bawahan yang terlalu sedikit juga kurang baik.Rentang manajemen dan koordinasi saling berhubungan erat jika semakin besar jumlah rentangan semakin sulit untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan secara efektif.

Penentuan rentangan sangat penting dilakukan karena :
  1. rentang manajemen mempengaruhi penggunaan efisien dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif dari bawahan mereka. Terlalu lebar rentangan maka manajer harus mengendalikan jumlah bawahan yang besar sehingga menyebabkan tidak efisien tapi jika terlalu sempit dapat menyebababkan manajer tidak digunkan sepenuhnya.
  2. ada hubungan antar rentang manajemen diseluruh organisasi dan struktur organisasi. Jika terlalu sempit rentang manajemen maka struktuk organisasi berbentuk “tall” dengan banyak pegawasan diantara manjemen puncak dan tingkat paling rendah tapi jika rentang manjemen terlalu lebar akan menghasilkan struktur yang berbentuk “flat” yang berarti tingkatan manajemen semakin sedikit dan akan mempengaruhi efektifitas manajer di semua tingkatan.

Jumlah rentang yang ideal tergantung pada banyak variabel, contohnya besar organisasi, teknologi, spesialisasi, kegiatan-kegiatan rutin, tingkatan manajemen dan sifat-sifat pekerjaan lain.
Hanry Fayol mengemukakan bahwa jumlah maksimum bawahan yang dapat dikendalikan oleh setiap pengawas produksi dalam organisasi adalah 20-30 karyawan, sedang setiap kepala pengawas dapat mengawasi hanya 3 atau 4 pengawas produksi.
V. A. Graicuns menyatakan bahwa dalam memilih rentangan manajer harus mempertimbangkan tidak hanya hubungan satu dengan satu secara langsung dengan bawahan yang diawasi, tetapi juga hubungan mereka dengan bawahan dalam kelompok dua atau lebih. Jadi dengan tiga karyawan seorang manajer mempunyai hubungan dengan individu dan dengan tiga kelompok yang berbeda yaitu kombinasi dari setiap dua karyawan dan dengan kelompok yang terdiri dari ketiganya. Pendekatan Graicuns menunjukkan kekomplekskan tugas-tugas pengawasan manajer dan dapat dinyatakan dengan rumus :

R = n ( 2 n-1 + n - 1 )

Keterangan :
R : jumlah hubungan
n : jumlah bawahan

menurut rumusan ini bila ada 5 bawahan akan ada 100 hubungan, bila ada 10 bawahan maka ada 5210 hubungan.
Lyndall F Urwick mengemukakan paling banyak hanya dapat mengendalikan lima atau enam bawahan.

Rentang Manajemen Lebar Versus Sempit
Organisasi dengan meningkatnya jumlah karyawan mempunyai tiga pilihan :
  1. rentang manajemen naik
  2. hirarki tingkatan manjemen
  3. kombinasi keduanya
Alasan penggunaan rentang manajemen yang melebar adalah tingkatan hirarki yang semakin tinggi cenderung mengurangi kecepatan waktu penyebaran informasi dari atas kebawah dan lebih banyak jumlah tingkatan yang dilalui informasi lebih besar kemungkinan penimpangan atau distorsi. Penambahan tingkatan manajemen juga memakan biaya, karena memerlukan penambahan gaji. Rentang manjemen yang melebar berarti penggunaan sumber daya manajer secara efisien.
Alasan digunakan rentang manjemen menyempit yaitu pada umumnya moral dan produktifitas karyawan akan meningkat dalam organisasi kecil dari pada organisasi besar. Penggunaan rentang manajemen yang terlalu melebar membuat manjer tidak dapat menjalankan fungsi dengan efektif dan mencurahkan perhatiannya kepada seluruh bawahan secara perseorangan. Koordinasi dan kooperasi berkembang baik karena setiap individu harus mengelola fungsi sendiri dan dengan bantuan minimum dari atasan.
Menurut Lockheed‘s tujuh faktor yang mempengaruhi manajer dalam penentuan rentang manajemen adalah :
1)      Kesamaan fungsi : sejauh mana fungsi atau tugas bawahan yang manajer bertanggung jawab adalah sama atau berbeda.
2)      Kedekatan geografis : seberapa dekat terletak kepada pengelola fungsi atau bawahan.
3)      Kompleksitas  : sifat fungsi atau tugas yang bertanggung jawab manajer.
4)      Arah dan kontrol yang diperlukan oleh bawahan: derajat pengawasan yang dibutuhkan bawahan.
5)      Koordinasi yang diperlukan pengawas: sejauh mana manajer harus mencoba untuk mengintegrasikan fungsi atau tugas dalam subunit atau di antara subunitdan bagian lain dari organisasi.
6)      Perencanaan yang diperlukan pengawas: sejauh mana manajer harus meninjau program dan kegiatan subunit nya.
7)     Bantuan pada atasan atas adanya organisasi : berapa banyak membantu dalam hal asisten dan personil pendukung dapat diandalkan manajer.
Pedoman lain yang dipakai untuk menentukan rentang manjemen mencakup beberapa factor yaitu :
  1. faktor yang berhubungan dengan situasi
rentang manjemen dapat relative melebar jika :
  1. pekerjaan bersifat rutin
  2. operasi-operasi stabil
  3. pekerjaan bawahan sejenis
  4. bawahan dapat bekerja tidak tergantung satu dengan yang lain
  5. prosedur-prosedur dan metode dibuat secara baik dan telah di formalisasikan
  6. pekerjaan tidak membutuhkan tingkat pengawasan yang tinggi


    1. faktor yang berhubungan dengan bawahan
rentang manjemen dapat relative melebar jika :
  1. bawahan adalah terlatih baik untuk pekerjaan tertentu
  2. bawahan lebih senang bekerja tanpa pengawasan ketat


    1. factor yang berhubungan dengan atasan
rentang manjemen dapat relative melebar jika :
  1. manajer adalah terlatih baik dan berkemampuan
  2. manajer menerima bantuan dalam pelaksaan kegiatan pelaksanaannya
  3. manajer tidak mempunyai kegiatan tambahan selama pengawasan dilaksanakan\
  4. manajer lebih menyukai gaya pengawasan yang lepas daripada ketat


























KESIMPULAN
Sesuai dengan uraian di atas dapat kita pahami bahwa pada suatu organisasi atau perusahaan diperlukan pengelolaan terhadap sumber daya yang dimiliki, baik itu sumber daya manusia, modal, maupun teknologi. Hal ini dilakukan bukan semata-mata untuk kegiatan formal saja, akan tetapi pengelolaan tersebut dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sejak awal berdirinya organisasi.
Dalam pengelolaannya ini, suatu organisasi atau perusahaan memerlukan pembagian perseorangan yang bersangkutan dengan organisasi tersebut menjadi bagian-bagian atau unit kerja tertentu. Pembagian ini bergerak sesuai dengan tugas yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Pembagian ini disebut dengan struktur organisasi. Pada struktur organisasi ini unit-unit kerja yang telah terbagi memiliki urutan-urutan sesuai dengan wewenang yang dimiliki.
Kemudian, dalam melaksanakan kegiatan keorganisasian diperlukan koordinasi antara unit-unit kerja yang telah terbagi. Biasanya koordinasi ini dilakukan oleh atasan kepada bawahan, dan banyaknya bawahan sangat memengaruhi kefektifan koordinasi yang dilakukan. Banyak sedikitnya bawahan inilah yang disebut dengan rentang manajemen.
























DAFTAR PUSTAKA
Handoko,T Hani,Manajemen,BPFE-Yogyakarta,2012.
Yenisaatnyamandiri.blogspot.com








No comments:
Write comments

Interested for our works and services?
Get more of our update !