Sunday, December 13, 2015

Kaleidoskop 2015



Detik demi detik seperti yg kalian tau selalu berjalan setiap nafas kita hembuskan. Dan kini sudah satu tahun detik itu berjalan sejak kulukiskan tentang sepercik masa lalu di tahun 2014. Kini akhirnya penghujung 2015 turut mnghampiri, dan kan kulukis lagi kisahku dalam beranda anak tani ini.

Januari,
Bulan di mana aku mengawali tahun dan juga usiaku. Genap 19 tahun memaksaku menjadi lebih dewasa, tak ada kado istimewa dari siapapun kecuali sang penciptaku. Allah, tepat 12 jam setelah aku berusia 19 tahun Dia memanggil salah seorang tercintaku. Yah, kakek yg selalu mengkhawatirkan setiap aku jauh darinya. Entah, penyesalan tiada dalam diriku, mungkin aku yg merasa terlalu jauh darinya. Tapi sampai kapanpun beliau take dapat kulupakan. Dan pesannya padaku agar bisa menjadi seorang yg dikenal sebagai cucunya akan kucoba tuk kuwujudkan.
Pada bulan ini juga satu mimpi lainnya sirna, aku yg menyerah tanpa berusaha tak perlu dipertanyakan mengapa gagal. Dan yg pasti, masih ada satu hal yg kubanggakan di detik itu, yaitu menjadi seorang ketua panitia.

Februari,
Nampaknya seorang ketua panitia tak dapat berbuat apapun. Nyatanya aku masih membawa lukaku, dan .... Sudahlah. Ini bukan hal penting. Satu mimpiku terwujud di bulan ini. Sebagai beban negara mampu membuatku membeli sebuah laptop.

Maret,
Kontrak kerja sampingan mulai menemuiku. Sebulan ini baru sebatas marketing dan belum mampu menjual satu pun. Selebihnya, tak ada hal istomewa.

April,
Bulan di mana aku benar2 memulai petualanganku bersama sebuah bsnis rentalan. Hujan dan jarak kuterjang hanya demi sepercik rupiah.

Mei,
Sibuk mengganggu seorang dari masa lalu yang sebenarnyya sudah bukan dia yang dulu ketika aku masih aku yang dulu. Adobe flash lah yg menemaniku dengan kreasi untukku dapat berjuang menjauh. Dan hanya ikhlas satu kata yg kupunya di bulan itu untuk kado kecil baginya. Memang mungkin sudah tak berarti lagi baginya.

Juni,
Tepat setahun berpisah dengan sang kekasih. Seorang yg aku sungguh ingin menjaganya. Asal kalian tahu, ketika aku menyayangi seseorang aku tak akan membiarkan siapapun merusak hidupnya, bahkan diriku sendiri. Aku ingin menjaganya dengan keikhlasan yg diberikan Tuhan agar kelak jika kami tak berjodoh tak ada yg merasa dirugikan, dan aku tak peduli kata orang yg bilang aku gak so sweet.
Menjelang hari libur di bulan ini pula perang batin mulai hadir. Antara restu, cita2, niat, dan beasiswa yg tak kunjung cair memaksaku mengambil satu langkah gila. Bulan ini aku mulai mengecewakan orang2 di sekitarku.

Juli,
Resmi, kontrak kerjasama dengan usaha rentalan kutinggalkan. Dan mimpi pun perlahan memudar.

Agustus,
Tanggung jawab kembali memanggil dan lagi, aku kecewakan orang di sekitarku. Bahkan puncak krisis percaya diri hadir di bulan ini. Meski begitu, secuil kepercayaan dari teman2ku masih membuatku bangun walau sedikit. Dan bulan ini, handphone baru kumiliki. Masih sebagai beban negara.

September,
Siapa kira uang menjadikan aku makhluk yg gila. Berbagai spekulasi kulakukan hanya untuk uang. Dan kini aku memulai partime gila ku yg bekerja pada 8 malam sampai 1 dini hari. Aku berpikir ini adalah semangat karena uang. Bahkan bulan ini juga aku merasa jauh dari sang aahabat. Dan benar, dia menemukan pujaan hatinya. Entah,, aku bisa merasakannya.

Oktober,
Masih dengan kegilaan yg tak mampu membuatku memaksimalkan seluruh tanggung jawabku.

November,
Tak ada yg istimewa. Hanya baper dengan beberapa orang. Tapi aku berharap hanya sebatas ke GRanku saja.

Desember,
Sepertinya hal nekatku akan berakhir. Entahlah... Aku rindu dengan Allahku...... dan yang terpenting di bulan ini aku benar-benar meraja jauh dari Allah. Memang hanya luka kecil, tapi itu membuatku cukup ketakutan akan tak mampu lagi menyembah-Nya. Aku benar-benar merasa jauh. Mungkin memang itu cara terbaik untuk mengingatkanku. Dan sekali lagi kutegaskan, sepertinya benar-benar uang bukan apa-apa di dunia ini. Aku pernah lebih bahagia tanpa benda itu. Hanya kata syukur yang harus diucapkan, agar kita tahu seberapa besar nikmat yang telah kita terima.

No comments:
Write comments

Interested for our works and services?
Get more of our update !