Wednesday, November 12, 2014

BISNIS PENGANTAR MENGEMBANGKAN DAN MENETAPKAN HARGA PRODUK



BISNIS PENGANTAR
MENGEMBANGKAN DAN MENETAPKAN HARGA PRODUK

 









DISUSUN OLEH :
IRINDA NINGTYAS             (14812141007)

ARIN DEA LAKSITA           (14812141017)
NURUL FAUZI                     (14812141027)
ANDRI WASKITO                (14812141037)
AKUNTANSI A


PRODI AKUNTANSI
JURUSAN PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2014/ 2015



KATA PENGANTAR


Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh
Pujisyukur kami haturkankehadirat Allah SWT karenaataslimpahanrahmatdaninayahNya, penulisdapatmenyelesaikanmakalahdenganjudul “MengembangkandanMenetapkanHargaProduk” dalamrangkauntukmemenuhitugasdanmemperdalampemahamanmatakuliahPengantarBisnispada semester 1 ini.
Dalam proses pembuatanmakalahini, kami mendapatkanbimbingan, arahandanpengetahuandaribeberapapihak. Olehkarenaitu, kami mengucapkanterimakasihkepada:
1.      Arum  selakuDosenBisnisPengantar
2.      Orangtua, yang telahmemberibantuanmoriildanmateriil
3.      Teman-temanAkuntansi A FE UNY 2014, yang telahmemberikanmasukandalampenyusunanmakalahini
Akhir kata, semogamakalahinibermanfaatbagipembacapadaumumnyadanpenulispadakhususnya. Penulismenyadaribahwadalampembuatanmakalahinijauhdarikesempurnaan, olehkarenaitupenulismengharapkritikdan saran yang membangun demi perbaikankearahkesempurnaan.
Wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Yogyakarta, 9 November 2014

Penulis


DAFTAR ISI


Kata Pengantar………………………………………………………………...i
Daftar Isi………………………………………………………………...........ii
BAB I
PENDAHULUAN
LatarBelakang……….………………………………...……………………..1
RumusanMasalah….………………………………...……………………….1
Tujuan………….……………………………………………………………...1
BAB II
PEMBAHASAN
DefinisiProduksebagaisuatupaketnilai (value package)…………………...2
Proses PengembanganProdukBarudanTahap-tahapSiklusHidupProduk…3
PentingnyaPemberianMerk, Pengemasan, danPelabelan…………………...6
TujuanPenetapanHargadanAlat-alatPenetapanHarga……………………..7
TaktikdanStrategiPenetapanHarga………………………………………….9
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan…………………………………………………………………..10
Saran…………………………………………………………………………10
DaftarPustaka………………………………………………………………..iii








BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Tindakan terbaik apakah yang dapat diambil jika beban yang ditanggung bisnis lebih besar daripada pendapatannya, dan pendapatan itu semakin lama semakin menipis? Menaikkan harga mungkin saja mendongkrak pendapatan, namun bagaimana jika peraturan melanggarnya? Anda bisa saja merangsang permintaan untuk menarik pelanggan lebih banyak dan menaikkan pendapatan, namun hal ini hanya dapat dilakukan jika terdapat kapasitas yang cukup untuk mengakomodasi beban kerja tambahan: Jika sumber daya yang tersedia sudah digunakan sepenuhnya untuk beban pekerjaan yang ada, menambah beban pekerjaan lebih  banyak lagi bukan merupakan solusi. Uraian diatas akan dibahas lebih lanjut dalam makalah “Mengembangkan dan Menetapkan Harga Produk” ini.

B. RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimanakah definisi produk sebagai suatu paket nilai (value package)?
2.      Bagaimanakah proses pengembangan produk baru dan tahap-tahap siklus hidup produk?
3.      Bagaimanakah pentingnya pemberian merk, pengemasan, dan pelabelan?
4.      Bagimanakah tujuan penetapan harga dan alat-alat penetapan harga?
5.      Bagaimanakah taktik dan strategi penetapan harga?

C. TUJUAN
Setelah memahami makalah ini diharapkan dapat memahami tentang definisi produk sebagai suatu paket nilai (value package), proses pengembangan produk baru dan tahap-tahap siklus hidup produk, pentingnya pemberian merk, pengemasan, dan pelabelan, tujuan penetapan harga dan alat-alat penetapan harga, taktik dan strategi penetapan harga.




BAB II
ISI

A. Definisi Produk sebagai Suatu Paket Nilai (Value Package)
Dalam mengembangkan bauran pemasaran untuk setiap produk, baik barang ataupun jasa, para pemasar harus mempertimbangkan apa yang dibeli oleh konsumen sewaktu mereka membeli produk. Dengan cara itulah mereka dapat merencanakan strategi-strategi mereka secara efektif. Produk adalah barang, jasa, atau gagasan yang dipasarkan untuk mengisi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Paket Nilai
Apakah itu barang fisik, jasa atau beberapa kombinasi dari keduanya, pelanggan mendapatkan nilai dari berbagai manfaat, ciri khas, dan bahkan imbalan-imbalan tak berwujud yang terkait dengan produk itu. Ciri khas adalah sifat berwujud dan tak berwujud yang dibangun perusahaan ke dalam produk-produknya. Namun untuk menarik minat pembeli, ciri khas juga harus memberikan manfaat. Kini, pelanggan menganggap produk sebagai kumpulan atribut bernilai tambah, termasuk biaya yang layak yang oleh pemasar disebut paket nilai (value package). Pembeli semakin berharap untuk menerima produk dengan nilai yang lebih besar—lebih banyak manfaat tetapi dengan biaya yang masuk akal.
Mengklasifikasikan Barang dan Jasa
ü  Mengklasifikasikan Produk-produk Konsumsi
1.      Barang kebutuhan sehari-hari (convenience goods) dan jasa kebutuhan sehari-hari (convenience service)
Mereka relative tidak mahal dan biasa dibeli dengan menghabiskan sedikit waktu dan usaha.
2.      Barang belanja (shopping goods) dan jasa belanja (shopping service)
Lebih mahal dan lebih jarang dibeli dibandingkan produk konsumsi harian. Konsumen sering kali membandingkan merek-merek, terutama pada took-toko yang berbeda. Mereka juga dapat mengevaluasi alternative dalam hal gaya, kinerja, warna, harga, dan kriteria lainnya.
3.      Barang kebutuhan khusus (specially goods) dan jasa kebutuhan khusus (specially service)
Produk yang sangat penting dan mahal harganya. Konsumen biasanya dengan tepat menutuskan apa yang mereka inginkan dan tidak akan menerima pengganti. Mereka juga sering berjalan dari toko ke toko lain, kadang-kadang mengeluarkan banyak uang dan waktu untuk mendapatkan produk khusus.
ü  Mengklasifikasikan Produk-produk Industri
1.      Barang biaya beban (expense items)
Produk industri yang relatif tidak mahal yang dibeli dan dikonsumsi secara cepat dan berkala.
2.      Barang modal (capital items)
Produk industri yang mahal, tahan lama dan jarang dibeli.
Bauran Produk
Bauran Produk adalah kelompok produk yang dibuat oleh suatu perusahaan untuk dijual.
Lini Produk adalah sekelompok produk serupa yang ditujukan untuk sekelompok pembeli yang serupa yang akan menggunakan produk itu dengan cara yang serupa.

B. Pengembangan Produk-produk Baru
Untuk mengembangkan atau menganekaragamkan lini produk—untuk dapat bertahan—perusahaan harus mengembangkan dan memperkenalkan serangkaian produk baru. Dihadapkan pada persaingan dan pergeseran pilihan konsumen, tidak ada perusahaan yang dapat bergantung selamanya pada satu produk tunggal saja. Bahkan, produk-produk yang telah popular selama beberapa dasawarsa selalu memerlukan pembaruan.
Proses Pengembangan Produk Baru
·         Tingkat Mortalitas Produk
·         Mempercepat Masuknya Produk ke Pasar
Strategi pengenalan produk baru agar cepat tanggap terhadap perubahan pelanggan atau pasar.
Tujuh Tahap Proses Pengembangan
1.      Gagasan produk.
Pengembangan produk dimulai dengan pencarian gagasan bagi produk-produk baru. Gagasan produk dapat datang dari konsumen, tim penjualan, bagian penelitian dan pengembangan (litbang), atau pegawai teknik.


2.      Penyaringan.
Tahap ini dirancang untuk menghilangkan seluruh gagasan produk yang tidak berhubungan dengan kemampuan atau tujuan perusahaan. Para perwakilan dari pemasaran, teknisi dan produksi harus memberikan input pada tahap ini.
3.      Pengujian konsep.
Setelah gagasan disaring, perusahaan menggunakan riset pasar untuk mendapatkan input dari konsumen tentang manfaat dan harga.
4.      Analisis bisnis.
Setelah mengumpulkan opini konsumen, para pemasar harus melakukan perbandingan biaya produksi dan manfaat untuk melihat apakah produk tersebut memenuhi tujuan profitabilitas minimum.
5.      Pengembangan prototipe.
 Sewaktu perusahaan telah menentukan potensi profitabilitas produk, bagian teknik atau riset dan pengembangan akan membuat prototipe. Prototipe ini dapat menjadi sangat mahal, yang sering kali memerlukan peralatan dan pengembangan komponen yang ekstensif.
6.      Pengujian produk dan uji pemasaran.
Dengan menggunakan hal-hal yang dipelajari dari prototipe, perusahaan menjalankan produksi yang terbatas. Kemudian perusahaan dapat menguji produk tersebut untuk melihat apakah produknya memenuhi persyaratan kinerja. Jika ya, maka produknya akan dijual pada daerah yang terbatas. Karena kampanye promosi dan saluran distribusi harus ditetapkan untuk uji pasar, tahap ini menjadi cukup mahal.
7.      Komersialisasi.
Jika hasil uji pemasaran positif, perusahaan akan memulai produksi dan pemasaran berkala penuh. Komersialisasi yang bertahap, yang bertujuan menyebarkan produk tersebut ke daerah semakin luas, mencegah ketegangan yang semestinya tidak perlu terjadi pada kemampuan produksi awal. Sebaliknya, keterlambatan dalam komersialisasi dapat memberikan kesempatan bagi perusahaan lain untuk mengeluarkan produk saingan.
Variasi dalam Proses Jasa
1.      Gagasan Jasa.
Pencarian gagasan jasa mencakup tugas yang disebut pendefinisian paket jasa (service package): mengidentifikasikan ciri khas berwujud maupun tidak berwujud yang mencirikan jasa dan menetapkan spesifikasi jasa.
2.      Penyaringan.
Tahap ini dirancang untuk menghilangkan seluruh gagasan produk yang tidak berhubungan dengan kemampuan atau tujuan perusahaan. Para perwakilan dari pemasaran, teknisi dan produksi harus memberikan input pada tahap ini.

3.      Pengujian konsep.
Setelah gagasan disaring, perusahaan menggunakan riset pasar untuk mendapatkan input dari konsumen tentang manfaat dan harga.
4.      Analisis bisnis.
 Setelah mengumpulkan opini konsumen, para pemasar harus melakukan perbandingan biaya produksi dan manfaat untuk melihat apakah produk tersebut memenuhi tujuan profitabilitas minimum.
5.      Rancangan proses jasa (service process service).
 Tiga bidang (seleksi, proses, persyaratan pekerja, dan persyaratan fasilitas) yang dibutuhkan dalam mengembangkan produk jasa.
6.      Pengujian produk dan uji pemasaran.
Dengan menggunakan hal-hal yang dipelajari dari prototipe, perusahaan menjalankan produksi yang terbatas. Kemudian perusahaan dapat menguji produk tersebut untuk melihat apakah produknya memenuhi persyaratan kinerja. Jika ya, maka produknya akan dijual pada daerah yang terbatas. Karena kampanye promosi dan saluran distribusi harus ditetapkan untuk uji pasar, tahap ini menjadi cukup mahal.
7.      Komersialisasi.
Jika hasil uji pemasaran positif, perusahaan akan memulai produksi dan pemasaran berkala penuh. Komersialisasi yang bertahap, yang bertujuan menyebarkan produk tersebut ke daerah semakin luas, mencegah ketegangan yang semestinya tidak perlu terjadi pada kemampuan produksi awal. Sebaliknya, keterlambatan dalam komersialisasi dapat memberikan kesempatan bagi perusahaan lain untuk mengeluarkan produk saingan.
Daur Hidup Produk
Daur hidup produk adalah serangkaian tahap kehidupan produk selama menghasilkan laba.
ü  Tahap-tahap dalam Daur Hidup Produk
1.      Perkenalan.
Tahap perkenalan dimulai sewaktu produk mencapai tempat pasar. Selama tahap ini, tenaga-tenaga pemasaran berfokus pada usaha membuat konsumen potensial sadar akan keberadaan produk dan manfaatnya. Biaya promosi dan pengembangan yang sangat besar menghapus semua laba.
2.      Pertumbuhan.
Jika produk baru menarik perhatian dan cukup memuaskan konsumen, penjualan mulai menanjak cepat. Selama tahap ini, produk mulai menghasilkan laba. Perusahaan-perusahaan lain dalam industri akan bergerak cepat untuk memperkenalkan produk versi mereka.



3.      Dewasa.
Pertumbuhan penjualan mulai melambat. Walaupun produk menghasilkan laba tertinggi di awal taha ini, meningkatnya persaingan dapat menghasilkan pemotongan harga dan laba yang lebih rendah. Pada akhir tahap ini, penjualan mulai jatuh.
4.      Penurunan..
Selama tahap akhir, penjualan dan laba terus jatuh. Produk-produk baru dalam tahap perkenalan mengambil alat penjualan. Perusahaan membuang atau mengurangi dukungan promosi (iklan dan staf penjualan) tetapi tetap membiarkan produk tersebut beredar untuk memberikan laba tambahan.
ü  Memperpanjang Daur Hidup Produk: Alternatif terhadap Produk-produk Baru
1.      Perluasan produk (product extension).
Produk yang telah ada dipasarkan secara global tanpa adanya modifikasi.
2.      Adaptasi produk (product adaptation).
Produk dimodifikasi agar memiliki daya tarik yang lebih besar di negara lain.
3.      Pengenalan ulang (reintroduction).
Proses membangkitkan kembali ke pasar-pasar baru, produk-produk yang telah menjadi usang dalam pasar yang lama.

C. Identifikasi Produk
Pemberian Merek Produk
Proses menggunakan symbol untuk mengomunikasikan ciri-ciri produk tertentu yang dibuat oleh produsen tertentu.
Menambah Nilai Melalui Ekuitas Merek
Ø  Ekuitas Merek
Ekuitas Merek adalah kadar kesetiaan dan kesadaran konsumen terhadap suatu merek dan pangsa pasar yang dibidiknya.
Ø  Kesadaran Merek
Kesadaran Merek adalah sejauh mana nama merek muncul dalam ingatan ketika konsumen memikirkan kategori produk tertentu.
Jenis-jenis Nama Merek
1.      Merek Nasional
Produk bermerek yang diproduksi oleh, didistribusikan secara luas oleh, dan membawa nama produsen.
2.      Merek Lisensi
Produk bermerek yang hak namanya telah dibeli penjual dari organisasi tertentu atau perseorangan.
3.      Merek Pribadi (atau Label Pribadi)
Produk bermerek yang dikomisikan oleh pedagang grosir atau pengecer kepada produsen tertentu.
Pengemasan Produk
Kemasan (packaging) adalah wadah fisik yang menuat produk yang akan dijual, diiklankan, atau dilindungi.
Pelabelan Produk
Label adalah bagian dari pengemasan produk yang mengidentifikasikan nama, pabrik, dan isinya.

D. Menetapkan Harga
Penetapan Harga untuk Memenuhi Tujuan Bisnis
Penetapan harga adalah proses menentukan beberapa yang akan diterima perusahaan dalam penjualan produknya.
Tujuan penetapan harga adalah tujuan yang diharapkan dapat diraih para produsen dalam menetapkan harga jual produknya.
Ø  Tujuan Memaksimalkan Laba 
Perusahaan-perusahaan mencoba menetapkan harga agar mampu menjual sejumlah unit yang akan menghasilkan laba total tertinggi yang mungkin dapat dicapai. Dalam menghitung laba, para manajer mempertimbangkan biaya produksi, tenaga kerja dan sumber daya modal terkait (pabrik dan perlengkapannya). Untuk menggunakan sumber daya ini secara efisien, banyak perusahaan menetapkan harga untuk mencapai tingkat return on sales atau investasi modal yang ditargetkan.
Ø  Tujuan Pangsa Pasar
Pangsa Pasar adalah persentase dari total penjualan pasar bagi perusahaan tertentu untuk jenis produk tertentu.
Ø  Menetapkan Harga untuk Tujuan e-Bussiness
Ketika menetapkan harga untuk penjualan Internet, para manajer harus mempertimbangkan berbagai jenis biaya dan berbagai bentuk kesadaran konsumen. Banyak e-bussiness yan telah mengurangi biaya dan harga karena uniknya kemampuan pemasaran Web. Karena Web biasanya memberikan hubungan yang lebih langsung antara produsen dan konsumen, pembeli terhindar dari biaya yang diminta oleh pedagang grosir dan eceran. Faktor lain dalam rendahnya harga di Internet adalah mudahnya melakukan pembandingan belanja: Tentu saja, belanja dengan sistem ‘tunjuk dan klik’ menjadi jauh lebih efisien daripada melihat dari satu toko ke toko lainnya dalam mencari harga terbaik. Selain itu, baik konsumen maupun pembeli bisnis dapat mendorong rendahnya harga dengan bergabung bersama-sama untuk mendapatkan daya beli yang lebih besar.
Alat-alat Penetapan Harga
v  Penetapan Harga Berorientasi Biaya
Alat penetapan harga menurut keinginan perusahaan untuk meraup laba dan kebutuhan untuk menutup biaya produksi.
Markup adalah jumlah yang ditambahkan ke dalam biaya barang agar dapat menjualnya dengan memperoleh laba.
Persentase Markup

 



v  Analisis Titik Impas: Hubungan Biaya-Volume Laba
Biaya Variabel adalah biaya yang berubah sejalan dengan perubahan produk yang diproduksi atau dijual.
Biaya Tetap adalah biaya yang tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang diproduksi atau dijual.
Analisis Titik Impas adalah untuk harga jual tertentu taksiran biaya versus pendapatan pihak penjual pada berbagai volume penjualan.
Titik Impas adalah volume penjualan di mana total pendapatan penjualan pihak penjual setara dengan total biaya (variable dan tetap) dan tetapi tanpa adanya laba maupun rugi.
Titik Impas = Biaya tetap total (Harga jual – Biaya variable)

 






E. Strategi dan Taktik Penetapan Harga
Strategi Penetapan Harga
*      Penetapan harga di atas harga pasar yang berlaku bagi produk-produk serupa
*      Penetapan harga di bawah harga pasar
*      Penetapan harga pada atau di dekat harga pasar
Penetapan Harga Produk Baru
Penetapan harga mengapung adalah menetapkan harga tinggi di awal untuk mendukung biaya-biaya produk baru dan menghasilkan laba.
Penetapan harga penetrasi adalah menetapkan harga rendah di awal untuk mendukung produk baru di pasar.
©      Penetapan Harga Lini
Menentukan sejumlah harga-harga tertentu untuk kategori-kategori produk tertentu.
©      Penetapan Harga Psikologis
Taktik penetapan harga yang mengambil mafaat dari fakta bahwa konsumen tidak selalu bersikap rasional dalam menanggapi harga yang tercantum.
§  Penetapan harga ganjil-genap
Taktik penetapan harga yang didasarkan pada pengetahuan bahwa pelanggan lebih memilih harga-harga yang tidak tercantum dalam jumlah harga yang genap.
©      Pendiskonan
Diskon
Pengurangan harga yang ditawarkan sebagai insentif terhadap pembelian.







BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Produk adalah barang, jasa, atau gagasan yang dipasarkan untuk mengisi kebutuhan dan keinginan konsumen yang memberikan ciri khas yang benar dan manfaat yang tepat. Terdapat tahap-tahap siklus produk: gagasan produk, penyaringan, pengujian, analisis bisnis, pengembangan prototipe, pengujian produk dan pemasaran, komersialisasi. Dalam pengembangan jasa, ada 2 perbedaan penting dalam 7 langkah yaitu gagasan jasa dan rancangan proses jasa. Pemberian merek, pengemasan dan pelabelan akan memberikan manfaat bagi konsumen maupun produsen itu sendiri. Penetapan harga memiliki beberapa tujuan yaitu untuk memaksimalkan laba, pangsa pasar. Terdapat taktik dan strategi penetapan harga baik untuk produk-produk baru maupun yang telah ada.
B. SARAN
Mengembangkan dan menetapkan harga produk ini sangat diperlukan pada setiap perusahaan dan organisasi agar semua pihak dapat merasakan keadilan dalam keuntungan yang didapatnya.














DAFTAR PUSTAKA

Griffin, Ricky W. dan Ronald J. Ebert. EdisiKedelapan. BISNIS Jilid 1. Jakarta: ERLANGGA.


 



No comments:
Write comments

Interested for our works and services?
Get more of our update !